Balinese
Puppet Show (Wayang Kulit) by Iris
Balinese Puppet Show. Wayang is one
of the theatrical performance which still exist in Bali
in this century. In the performance of Wayang Kulit,
every figures show's by shadow, with the white tissue
and coconut husk lamp. Expressions of religious mythology
blended into one with historical facts that will keep
Balinese entertained all night long.
Wayang figures are mapulated by Dalang, who tells the
story with gamelan orchestra and occasional singing
of a singers as a background. Gamelan also can made
by voices.Outside the theater, the dalang commands a
high respect from his community, for he performs the
job of an actor, a teacher, a historian, and often a
priest. The dalang is one mechanism that succesfully
passes culture and tradition from one generation to
another.
While the night wayang performance is considered pure
entertainment, there exists another variant that is
purely religious. This religious wayang performance
usually takes place in the broad day light, without
the coconut-husk lamp. In place of the translucent screen,
a piece of string is drawn to separate the dalang from
the audience, which may not even exist. This variant
may be performed prior to a ngaben or cremation ceremony.
Balinese Puppet Show
Wayang adalah salah satu kesenian teater yang masih
eksis di Bali hingga saat ini. Dalam penampilan wayang
kulit, figur-figur dipertontonkan dalam bayang-bayang,
dengan layar putih dan cahaya remang-remang dari lampu
minyak kelapa. Ini dimaksudkan untuk mengekspresikan
kereligiusan dari suatu mitologi yang diambil dari salah
satu fakta cerita yang akan menghibur orang-orang bali
sepanjang malam
Figur-figur dari wayang ini dimanipulasikan oleh seorang
dalang, yang menceritakan kisah-kisah diiringi musik
gamelan dan nyanyian. Di luar pertunjukan, dalang akan
memberikan nasihat agar masyarakat saling menghormati
satu dengan yang lainnya, agar para dalang dapat mempertunjukkan
keahliannya sebagai seorang aktor, guru, pendongeng,
dan juga sebagai pendoa. Dalang adalah salah satu mekanisme
yang sukses untuk menyebarkan kebudayaan dan tradisi
dari generasi ke generasi.
Pada waktu malam, penampilan wayang adalah murni suatu
pertunjukan, namun banyak jenis wayang lainnya yang
murni religius yang masih eksis hingga saat ini. Pertunjukan
wayang yang religius ini, biasanya mengambil lokasi
pada siang hari, tanpa cahaya dari minyak kelapa, dan
hanya seutas tali yang memisahkan antara dalang dengan
para penonton.
To
visit Balinese Cremation Ceremony page, please click
here
To
leave Balinese Puppet Show page and return to the main
page, please click here |